Isu Daging Impor Masuk Pasar Tradisional Genteng

Larangan pemasukan dan peredaran sapi, daging dan jeroan impor ke Jatim sesuai surat edaran Gubernur Jatim nomor 524/8838/023/2010 tanggal 30 Juni 2010 hingga sekarang masih berlanjut. Larangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak, harga sapi stabil tidak seperti kejadian tahun 2009 saat kran impor dibuka para peternak merugi.  Harga sapi lokal anjlok banyak peternak yang kolap. Selain itu dapat menunjang tujuan nasional untuk swasembada daging.

Adanya larangan juga dapat untuk mengantisipasi masuknya virus antrax masuk ke wilayah Jatim, untuk sementara pengawasan diprioritaskan pada hewan ruminansia (pemamah biak) khususnya sapi, karena memiliki potensi besar membawa penyakit antrax. Meskipun demikian tetap saja ada ulah oknum yang nekat mengedarkan daging impor. 

Wilayah Banyuwangi tidak luput dari sasaran para penjual nakal. Isu adanya daging impor yang masuk pasar tradisional Genteng, Banyuwangi, akhir-akhir ini ditindak lanjuti oleh Disnak Banyuwangi. Kamis dini hari, 21 April 2016 drh. Edy Widianto selaku penanggung jawab RPH Genteng bersama Erwan Patriadi PTP Kec. Genteng melakukan operasi pasar di pasar tradisional Genteng prioritas adalah daging impor dan keaslian daging sekaligus pembinaan kepada para pedagang daging tentang arti pentingnya daging asal RPH. Dalam operasi ini tidak ditemui adanya daging impor yang masuk sebagaimana isu yang ada, namun operasi ini akan terus dilakukan untuk memberi rasa nyaman masyarakat (bns).