Penyuluhan Penyembelihan Hewan Qurban di Kemenag

BANYUWANGI, 05/9/2016. Hari raya Idul Adha atau lebih dikenal sebagai hari raya kurban tinggal menghitung hari. Kondisi ini menyebabkan peningkatan yang sangat tajam akan jumlah hewan yang akan di sembelih, begitu pula dengan para juru sembelih. Permasalahan lokasi yang pemotongan yang berpencar, munculnya juru sembelih baru, jumlah yang dipotong dan higiene serta sanitasi menggerakan para stakeholder untuk meningkatkan perhatiannya. Senin 5 September 2016 di Kantor Kemenag Banyuwangi, Bambang Nurseno, S.Pt., M.Ec.Dev selaku Kasi Bahan Asal Hewan diundang sebagai narasumber mewakili Dinas Peternakan Banyuwangi untuk melakukan penyuluhan tentang Pengawasan penyembelihan hewan kurban dengan berbagai permasalahannya. Hadir dalam sosialisasi kali ini adalah narasumber dari Dinas Kesehatan, Disperindag dan MUI Banyuwangi serta peserta dari para jagal, pelaku usaha home industri, MUI kec dan takmir masjid.

Prinsip daging yang akan diedarkan harus memenuhi persyaratan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Penjaminan untuk produk yang bermutu dan aman dikonsumsi memerlukan beberapa tahapan penyembelihan yang tidak boleh dilewatkan. "Penyembelihan harus memenuhi prinsip kesmavet, kesejahteraan hewan dan syarii" begitu penjelasan Bambang Nurseno, lebih lanjut diinformasikan bahwa di RPH Banyuwangi siap menampung penyembelihan hewan kurban dengan retribusi yang sangat ringan, sesuai Perda Bwi No.13 tahun 2011, retribusi untuk pemotongan sapi Rp.27.000/ekor, kambing/domba Rp.2.500/ekor. fasilitas yang diberikan adalah ketersediaan sarana dan prasarana serta pemeriksaan ante mortem dan post mortem, dalam akhir penyuluhan berpesan "Ada tiga hal yang penting yaitu pertama pemotongan hewan yang dagingnya akan diedarkan harus dipotong di RPH, kedua higiene dan sanitasi harus diperhatikan dan ketiga perlakukan hewan sewajarnya" (red/bns).