Potensi Peternakan di Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi memiliki luas 5.782.50 km2, sebagian besar wilayah daratannya berupa hutan seluas 183.396,34 ha atau 31.72 %. Lahan persawahan sekitar 66.152 ha atau 11.44 % , perkebunan seluas 82.143,63 ha atau 14.21 % pemukiman seluas 127.454,22 ha atau 22.04 % dan sisanya dimanfaatkan untuk jalan, ladang dan lain-lain. Selain itu wilayah Kabupaten Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang lebih kurang 175,8 km dan 10 pulau. Berdasarkan data statistik, potensi peternakan di Kabupaten Banyuwangi memiliki jumlah yang cukup besar sekitar 132.654 ekor ternak sapi sehingga Kabupaten Banyuwangi berpotensi menjadi salah satu lumbung ternak di Propinsi Jawa Timur.

Pembangunan peternakan di Kabupaten Banyuwangi pada dasarnya merupakan bidang yang potensial yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi di sektor pertanian, khususnya dalam upaya perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak dan keluarga petani peternak guna pengentasan kemiskinan serta peningkatan konsumsi protein hewani dalam rangka peningkatan kecerdasan bangsa.

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah produksi pertanian sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah penghasil ternak yang merupakan sumber pertumbuhan baru ekonomi rakyat dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Pembangunan bidang peternakan merupakan salah satu bagian dasar yang penting bagi

pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kemampuan petani peternak untuk menuju kemandirian sehingga tingkat pendapatan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

Pengendalian penyakit menular dan berkembangnya teknologi peternakan khususnya pelayanan inseminasi buatan sapi memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan peternak. Mengingat Kabupaten Banyuwangi dengan kondisi geografis dan kultur sosial ekonomi serta sumber daya yang dimiliki sangat mendukung kelangsungan usaha peternakan.